Rabu, 02 September 2015

Jika Jalan Kita Tak Lagi Searah



Jika memang pada akhirnya jalan kita tak lagi searah, suatu hari nanti kita akan baik-baik saja

Kita pernah berjalan beriringan, melangkah seirama menuju tujuan yang sama. Padamu kusandarkan segala letih, kumusnahkan segala resah. Padaku kau genggam impian, harapan yang kau jaga untuk tumbuh menjadi nyata. Selalu ku minta jangan lepaskan aku, meski berkali aku gamang mengikuti langkahmu. Kau genggam tanganku erat takut terlepas.

Jalan yang kita lalui panjang, terlambat kembali karena sudah terlampau jauh. Jalan yang tak pernah kita tahu akan sulit sebelumnya. Berkali kita tak lagi saling bersandar atau menggenggam, sendiri berusaha membunuh lelah dan harapan. Kita pernah lelah dengan semua ini meski tetap mampu seirama. Lelah yang pada akhirnya memuncak, memaksa kita melepas. Saat itulah kita tahu arti melepaskan.

Jika pada akhirnya kita tak lagi bersama, kau tetap akan ada sebagai kenangan. Kenangan yang tersimpan rapi sebagai masa lalu. Kita mungkin akan saling menjauh untuk mengerti bahwa perlu ada jarak. Tapi jika memang pada akhirnya jalan kita tak lagi searah, suatu hari nanti kita akan baik-baik saja. Suatu hari nanti kita akan siap dengan perasaan yang tak lagi sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar