Senin, 08 April 2013

(SETENGAH) PENUH

SETENGAH PENUH
“X Coffee”
Daftar Menu :
  • Espresso
  • Latte
  • Frappucinno
  • Americano
Sore itu di sebuah mall karena merasa haus aku memutuskan untuk membeli minuman, mataku tertarik pada sebuah kios kopi kecil di tengah food court, membaca menunya yang memang tidak asing tetapi tidak terlalu familiar oleh lidahku, maklum aku terbiasa minum kopi di warung kopi yang tidak begitu mewah tetapi sangat menyenangkan karena suasananya, yang hanya menyediakan menu-menu dengan nama yang sederhana seperti kopasus, kopaja, kotang, atau kopi khas daerah nusantara.
Karena sudah seharian belum ngopi, aku pun tertarik untuk mencoba Americano yang ditawarkan di kios tersebut, bapak penjual kopi dengan sigap membuatkan pesananku dengan alat pembuat kopi, yang entah apa itu namanya biasa disebut orang-orang. Dari mesin itu mengalir kopi pekat hitam ke dalam sebuah cangkir bening, hingga akhirnya si bapak mengantarkan cangkir tersebut ke hadapanku.
Aku perhatikan cangkir itu, secangkir kopi, hitam, pekat, sangat kental, dan beraroma kuat. Persis seperti selera kopiku. Hanya saja yang berbeda adalah penyajiannya, kopi itu disajikan hanya setengah dari cangkirnya, tidak seperti kopi yang aku pesan di kedai kopi biasanya, cenderung penuh tapi tidak melewati cangkir.
Ku hirup aroma kopi itu sebelum mulai menyeruputnya, nikmat. Pelan-pelan aku mulai menyeruputnya. Sangat kental, pahit, asam, pahit, asam hingga sampai pada dasarnya. Sehabisnya kopi itu, tidak seperti biasa, aku merasakan sesuatu yang kosong, seperti setengah ruang cangkir itu yang sengaja dibiarkan kosong oleh si pembuat kopi. Sesak, seperti tidak puas karena tak mendapatkan sesuatu yang benar-benar bulat dalam satu. Setengah penuh, memberiku perasaan sesak karena seperti kehilangan sesuatu yang seharusnya melengkapi perasaan yang lain.
Jujur saja, aku tidak suka setengah penuh ataupun setengah kosong. Setengah membuatku merasa dalam situasi yang tergantung, abstrak, dan menyebalkan. Setengah membuatku tidak bisa condong pada sebuah keputusan. Bagaimana bisa menentukan jika berada dalam setengah? Meskipun mungkin ada orang-orang yang memutuskan memilih setengah.
Setengah penuh menyediakan setengah ruang penuh yang tidak jelas akan dipenuhkan sisanya, dalam waktu yang lama hingga setengah cangkir kopi itu mendingin. Atau bahkan setengah penuh akan diseruput dalam keadaaan mendidih, langsung habis hingga satu cangkir genap menjadi kosong, membakar lidah dan tak terasa kenikmatan, hanya ada perih.
Setengah penuh atau setengah kosong?? Tidak keduanya. Aku ingin sesuatu yang bulat dalam satu.
Yogyakarta, 7 April 2013
Di sebuah warung kopi, yang tentu saja menyajikan secangkir kopi yang tidak setengah penuh.