Jumat, 15 November 2013

J A R A K



Dari sudut seratus delapan puluh derajat, kita sejajar. Aku memandang wajahmu, tertidur pulas. Usai sudah obrolan malam itu. Kini aku nikmati malam yang merengkuh setelah kau lebih dulu merengkuhku. Tak ada kekhawatiran untuk jatuh dalam pelukanmu.

 

Esoknya busmu berjalan menjauh, menciptakan jarak. Kau dan aku hanya berkirim pesan. Pernah suatu pagi terasa lebih panas dari biasa, ku temukan sebuah lagu yang ingatkan kau pada yang lampau. Sungguh, aku tak akan mengingat jika bukan kau yang mengingat terlebih dulu.

 

Di balik jendela ku tatap hujan. Jarak, membuatku tak bisa tiba-tiba menyandarkan kepalaku. Aku mencari-cari tanganmu, yang ku temukan hanya angin. Jarak tak berpihak padaku.

 

Pesan singkatmu memintaku tak khawatir, tapi tahukah kau? Kekhawatiran sudah menguasai otak. Apa dayaku?

 

Kepalaku tak tersambut oleh belaian tanganmu. Aku masih saja menatap hujan, menahan gemuruh agar tak banjir. Jarak, menciptakan bahasa menjadi sesuatu yang ambigu.

 

Mataku tak mampu menembus hujan, apalagi menembus puluhan kilo meter jarak ini. Sungguh, seandainya kau disampingku tak ada yang lebih bahagia selain hanya bersandar dan mendapat belaian darimu.

 

Sayangnya, aku berada dalam ruang kosong yang penuh. Hari-hariku terperangkap disini. Menatap hujan.

 

Suaramu jelas terdengar merambat lewat udara, lagi-lagi dengan sabar kau memintaku tak khawatir. Aku tak bisa, sungguh aku menyesal dengan perasaan ini. Setiap orang punya kekhawatiran kan? Begitu juga kau.

 

Masih di balik jendela, telepon genggamku dipengaruhi hujan. Sinyal menciut, aku percaya sinyal terpengaruh cuaca, tapi sinyal kita? Terpengaruhkah oleh hujan?

 

Bahasamu mendiam. Otakku semakin tak terkendali. Sungguh, tak akan kembali ku ingat jika bukan kau yang lebih dulu. Perasaan salah mulai bercampur. Aku makin tak berdaya.

 

Hujan terlalu deras, ruang kosong ini penuh air. Inikah perasaan yang pernah kau sebutkan? Pantas kah ku miliki perasaan itu? Maaf.

 

Bumi Raya Tajem, 15 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar