Rabu, 23 Oktober 2013

MERBABU 3RD TIME



Yogyakarta, 17 Agustus 2013,
Pagi itu di kamar kost, aku sibuk packing, ranselku sudah terisi penuh oleh perlengkapan mendaki. Sudah satu tahun lamanya tidak mendaki gunung, inilah yang aku tunggu, kembali mendaki gunung. Menjadi pegawai dan juga mahasiswa membuat waktuku menjadi lebih sempit untuk melakukan perjalanan.  Sempat meragu, mengingat bahwa hari itu adalah sabtu dan senin aku bekerja, niatanku adalah motoran sampai basecamp Wekas naik ke puncak, turun sendiri ke basecamp dan pulang ke Jogja paling lambat Minggu malam atau setidaknya Senin subuh aku sudah di Jogja. Pendakian kali ini aku bersama dua orang mapala Janagiri dan sepuluh orang pendaki dari Depok, tim berjumlah tiga belas orang, tiga perempuan termasuk aku. Perjalanan di mulai dari posko mapala Janagiri, ngobrol-ngobrol, ternyata rencana mereka adalah tiga hari dua malam, Senin malam baru sampai di Jogja. Sempat makin ragu untuk ikut, tapi ternyata keinginan untuk mendaki setelah sekian lama tak tersampaikan lebih kuat, “yang penting berangkat dulu, urusan pulang ntar!” kira-kira begitu deh prinsipnya waktu itu, hehehehe.

Jadilah Sabtu siang itu, kami berangkat dari Jogja menuju basecamp Wekas Gunung Merbabu. Tiba di pemberhentian bis sekitar maghrib, dari jalan aspal menuju basecamp harus ditempuh dengan berjalan kaki, kecuali kalau kita bawa motor. Sepuluh orang pendaki dari Depok adalah kawan baru yang ku kenal dalam perjalanan ini. Saat tiba di basecam sudah jam setengah delapan malam, beristirahat sebentar sembari berbincang dengan para pendaki lain yang juga singgah.



Pendakian dimulai pukul sembilan malam, target adalah pos 2 dan berkemah disana. Ternyata jalur sangat ramai oleh pendaki, cahaya lampu senter menyorot menjadi penerang jalan. Derap langkah semakin berat, nafas semakin tersengal, tapi selalu ada tawa dalam perjalanan. Inilah yang telah lama aku rindukan.

Pukul setengah dua pagi kami sampai di pos 2, berbagi tugas mendirikan tenda dan memasak. Tiga buah tenda sudah berdiri kokoh, satu per satu anggota tim masuk ke dalam tenda untuk beristirahat. Wajar, lelah dan pasti mengantuk, sementara aku dan beberapa anggota tim masih menyempatkan diri menikmati secangkir kopi hangat di tengah dingin dan di bawah purnama. Malam itu bulan terlalu indah untuk ditinggal tidur, tapi karena di luar sangat dingin maka kami masuk ke tenda, bukan untuk tidur, obrolan santai hingga yang berat jadi perbincangan pagi itu.

Esoknya perjalanan menuju puncak dilanjutkan pukul dua belas siang. Sekitar lima jam perjalanan, kami sampai di puncak Kenteng Songo Merbabu. Senja sudah mulai turun, terlihat pemandangan Sindoro dan Sumbing. Tuhan, ini senja yang indah di atas awan…..



Satu jam di puncak berfoto-foto, perjalanan dilanjutkan turun ke pos sabana 2 jalur Selo. Sudah sampai di sabana 2, mendirikan tenda, memasak, dan membuat api unggun semakin menambah cerita pendakian. Kami yang baru saling mengenal satu hari yang lalu seperti sudah mengenal lebih lama dari itu.


Senin tanggal 19 Agustus 2013, perjalanan turun ke basecamp selo dimulai seusai makan siang. Kejadian lucu selalu terjadi, salah satunya adalah aksi koprol si Paimin yang akhirnya nyungsep di padang rumput, kita yang ada di dekat dia waktu itu bukan menolong segera tapi malah ketawa dulu, hihihihi (maaf ya). Begitu juga kejadian-kejadian lucu lain, teknik pantat atau bulu hidung yang keliatan semakin panjang (ternyata abu yang nyangkut di hidung) wkwkwkwkwk..
Jam lima sore kita udah sampai di basecamp selo, siap-siap pulang ke kota dan kembali pada rutinitas masing-masing. Pendakian selalu memiliki kisah yang tak terlupakan, pelajaran kehidupan, dan teman-teman baru.



Terima kasih Merbabu, untuk senja dan purnamamu……
17-19 Agustus 2013

1 komentar: