Rabu, 16 Januari 2013

AKU (TIDAK) MENUNGGU TAHUN BARU




31 Desember, hari terakhir di tahun 2012, ya banyak orang menantikan pergantian tahun. Tiga kali pergantian tahun aku lewati disini, tapi malam ini gegap gempita pergantian tahun sedikit teredam hujan deras yang mengguyur kota Jogja sedari sore hari. Namun mendekati pukul dua belas malam, sayup-sayup terdengar pula ledakan kembang api sebagai luapan emosi perayaan pergantian tahun.
Aku bukan salah satu dari mereka yang mungkin saat itu berada di gubuk pinggir pantai berdesak-desakan berteduh dari hujan yang sangat deras, dengan wajah penuh harap hujan akan berhenti sebelum pukul dua belas malam. Aku juga tidak berada di dataran tinggi dan pastinya mereka yang disana pun sedang duduk cemas berharap langit berhenti menangis, kembang api mereka menunggu dimuntahkan melukis langit pergantian tahun. Aku berada di atas kasur kecil  dalam kamar kostku, berbaring membaca sebuah novel tentang cerita luapan lumpur panas, hal yang sama dengan mereka adalah bahwa aku menunggu pukul dua belas malam, tapi bukan karena ingin berkembang api ria atau bakar-bakaran. 

Mataku sudah hampir berat mendekati jam sebelas malam, sementara ia yang juga berada di atas kasurnya sepertinya sudah terlelap dalam peraduannya di sebuah rumah kecil yang hangat. Tidak apa, rencana bermalam tahun baru bersama pun terpaksa dibatalkan lagi-lagi karena hujan. Tapi aku yakin, ada kebersamaan lain yang lebih penting dari sekedar kebersamaan sehari dalam malam pergantian tahun. Apalagi beberapa hari esok ia akan aku pertemukan dengan seseorang yang aku tunggu malam ini. Meski rencana telah dibatalkan, aku tetap akan menunggu hingga hari berganti, aku tidak ingin melewatkan satu menit apalagi berjam-jam pergantian itu. 

Kisah dalam novel sudah setengah aku lahap, aku mulai merasa semakin mengantuk.

Tiba-tiba aku terbangun dengan kaget dan spontan melihat handphoneku, Jan 1 2013, 12.04 am. Terlewat empat menit, seketika aku terduduk dan sibuk dengan handphone-ku, mengetik sebuah pesan singkat :

“Selamat ulang tahun”

Choose contact : Papa
Sending..

Aku memeluk gulingku, menyelimuti tubuhku dengan sleeping bag. Bergumam dalam mimpi “Selamat ulang tahun papa” meski kita tak terlalu dekat secara psikologi.


Yogyakarta, Pergantian Tahun 2012-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar